Ledakan kata, dari otak yg tersesat dipojokan kamar... Anyir berbau amis... Mual?? Muntahkan saja...
Senin, 14 Februari 2011
Sekarang
Dunia ini adalah ketakutan yg menjanjikan harapan, atau mungkin pula harapan yg menakutkan, sharusnyalah ktakutan dah harapan itu slalu ada, jgn pernah di hilangkan, dan di gantikan..
Jumat, 11 Februari 2011
Heran
Kau minta aku bacakan jampi-jampi..
Dan kau janjikan aku skantung harta.
Aneh,, lalu untuk apa jampi dan mantra itu aku baca?
Smentara kau punya kuasa...
Aku dan kau, sama..
Sama-sama bodoh, sama-sama merasa jadi tuhan.
Kita berdua itu sama,
sama-sama tak tahu diri.
Dan sama-sama tak menyadarinya...
Dan aku mulai benci akan kbodohan ini.
Aku ingin fahami pesan yg diterbitkan matahari.
Smuanya, aku ingin lupakan smua,
tentang mantra, jampi-jampi, dan skantung emas yg kau tawarkan untuk membeli kepala dan jiwa ini...
Dan kau janjikan aku skantung harta.
Aneh,, lalu untuk apa jampi dan mantra itu aku baca?
Smentara kau punya kuasa...
Aku dan kau, sama..
Sama-sama bodoh, sama-sama merasa jadi tuhan.
Kita berdua itu sama,
sama-sama tak tahu diri.
Dan sama-sama tak menyadarinya...
Dan aku mulai benci akan kbodohan ini.
Aku ingin fahami pesan yg diterbitkan matahari.
Smuanya, aku ingin lupakan smua,
tentang mantra, jampi-jampi, dan skantung emas yg kau tawarkan untuk membeli kepala dan jiwa ini...
Pasrah
Yaa robb,,
ku titip hati ini kpada-mu..
Aku tak kuasa menjaga.
Hawa nafsu slalu mengoda,
lalu memperkosanya.
Smentara dia, hanya mendesis saja..
Yaa robb,, aku lelah...
Ku serahkan hatiku spenuhnya.
Jaga dan lindungilah.
Zzz zZZzz zz
ku titip hati ini kpada-mu..
Aku tak kuasa menjaga.
Hawa nafsu slalu mengoda,
lalu memperkosanya.
Smentara dia, hanya mendesis saja..
Yaa robb,, aku lelah...
Ku serahkan hatiku spenuhnya.
Jaga dan lindungilah.
Zzz zZZzz zz
Rabu, 09 Februari 2011
Diam
Berat lidah untuk berucap.
Walau kau paksa, tak akan ada kata.
Lalu,, ku ungkapkan smua dgn diam...
Pahamilah..
Walau kau paksa, tak akan ada kata.
Lalu,, ku ungkapkan smua dgn diam...
Pahamilah..
Gundah
Tahukah kau wahai lidah,, jiwaku menangis stiap kau dusta..
Meringis miris stiap kau bicara...
Kau menari, memainkan kata..
Dirinya tersungkur, diam tak berdaya.
Meringis miris stiap kau bicara...
Kau menari, memainkan kata..
Dirinya tersungkur, diam tak berdaya.
Langganan:
Postingan (Atom)